Kamis, 12 Desember 2013

Libya Tarik Dubes dan Cabut Bantuannya dari Mesir

Ada perkembangan baru dalam hubungan Mesir-Libya setelah pengadilan pidana Kairo menjatuhkan vonis bebas kepada Ahmad Qadzaf Dam dari tuduhan membunuh seorang perwira polisi, melawan pemerintah, dan memiliki senjata tanpa ijin. Qadzaf adalah sepupu Muammar Qadzafi dan penanggung jawab hubungan Mesir-Libya yang lalu.
Akibat vonis tersebut, Libya berencana menarik dana simpanan sebesar US$ 2 Milyar dari Bank Sentral Mesir. Dana itu disimpan dengan bunga kecil pada musim panas yang lalu. Keberadaan dana tersebut sangat membantu menopang ekonomi Mesir yang sedang gontai. Oleh karena itu penarikannya dimungkinkan akan sangat berpengaruh pada ekonomi Mesir mendatang.
Rupanya tidak hanya penarikan dana, pemerintah Libya juga berencana membekukan hubungan diplomatik kedua negara. Dubes Mesir diberi waktu 48 jam untuk segela meninggalkan Tripoli. Perkembangan buruk ini sedikit-banyak membuat warga Mesir yang berada di Libya turut ketar-ketir. Terdapat ribuan rakyat Mesir yang merantau ke Libya untuk mencari mata pencarian menyusul semakin tingginya angka pengangguran di Mesir.
Gejala memburuknya hubungan Tripoli-Kairo mulai nampak ketika Kairo mendeportasi dan menyerahkan beberapa pejabat Libya masa rejim Qadzafi yang melarikan diri ke Mesir pasca revolusi di Libya. Namun di antara para pejabat itu tidak terdapat Ahmad Qadzaf Dam, sepupu Qadzafi. Sebenarnya Tripoli meminta puluhan mantan pejabat Libya, namun Mesir hanya menyerahkan dua orang saja pada tanggal 26 Maret yang lalu.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/12/12/43347/libya-tarik-dubes-dan-cabut-bantuannya-dari-mesir/#ixzz2nJPcZZ00

Al-Azhar Bekukan Organisasi Kemahasiswaan dan Larang Demonstrasi

Al-Azhar akhirnya membekukan seluruh organisasi kemahasiswaan dan melarang mahasiswa melakukan demonstrasi. Keputusan ini diambil dalam rapat Majelis Universitas, Rabu (21/11/2013) kemarin.
Majelis Universitas juga meminta kepolisian untuk menjaga seluruh fasilitas kampus dan mengoptimalkan pelaksanaan keputusan ini. Mahasiswa dilarang melakukan demonstrasi di dalam areal kampus. Hal itu bertujuan menjaga kelancaran proses belajar.
Di antara berbagai universitas yang ada di Mesir, Al-Azhar adalah universitas yang mahasiswanya paling kuat melakukan penolakan terhadap kudeta. Demonstrasi terjadi setiap hari sejak dimulainya tahun ajaran baru pada tanggal 19 Oktober yang lalu. Karena demonstrasi jugalah, tahun ajaran baru sempat tertunda hingga tanggal 21 September.
Beberapa pengamat menyebutkan bahwa mahasiswa yang paling banyak menjadi korban meninggal dunia pada pembantaian Rabiah berasal dari Universitas Al-Azhar. Selain karena dekatnya lokasi kampus dengan Rabiah, juga karena aktivitas rekrutmen sangat berhasil dilakukan Ikhwanul Muslimin di kalangan mahasiswa Al-azhar.
Majelis juga memutuskan pembekuan seluruh organisasi kemahasiswaan di setiap fakultas. Mahasiswa yang melanggar akan harus menjalani persidangan internal. Dekan fakultas diberi wewenang untuk berkomunikasi dengan kepolisian jika terjadi ancaman terhadap keselamatan jiwa, fasilitas, dan kelancaran proses belajar di fakultasnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/21/42458/al-azhar-bekukan-organisasi-kemahasiswaan-dan-larang-demonstrasi/#ixzz2nJPFAnC8

Rahasia Keteguhan Presiden Mursi dalam Persidangan

Jamaah Ikhwanul Muslim mengungkap rahasia keteguhan Presiden Mursi dalam persidangan pertamanya, dalam sebuah pernyataan resmi jamaah, Kamis (7/11/2013) kemarin.
Dalam keterangan itu disebutkan bahwa Presiden Mursi bekerja 18 jam sehari. Beliau kadang bepergian ke luar negeri dan pulang dalam hari yang sama untuk mengejar pekerjaannya di Mesir. Banyak asistennya yang masih muda bahkan kerepotan dan keletihan kalau ingin mengimbangi keuletan Preseden Mursi.
Selain itu, Presiden Mursi selalu menyadari bahwa kedudukan sebagai presiden adalah kewajiban yang akan dipertanggung-jawabkan, bukan penghormatan dan kesempatan untuk mendapatkan kesenangan duniawi. Oleh karena itu, beliau tetap tinggal di flat yang disewanya, tidak tinggal di istana. Bahkan beliau tidak mengambil gajinya sebagai presiden selama setahun beliau menjabat.
Pernyataan itu mengungkapkan, tidak mengherankan jika keteguhan dan kekuatan Presiden Mursi menggetarkan dunia. Keteguhan yang membangkitkan semangat baru bagi para pendukungnya.
Hal paling penting yang membuat beliau teguh adalah keimanan kepada Allah swt., bahwa beliau selalu bersama kebenaran walaupun didhalimi, bahwa kemenangan hanyalah untuk orang-orang yang bertakwa, dan bahwa legalitas beliau sebagai presiden didapatkannya dari kehendak rakyat melalui pemilu yang bersih, bukan melalui tank dan pesawat tempur.
Menurut Presiden Mursi, nasionalisme adalah mencintai negeri ini, dan menyelamatkan negeri ini kejatuhan ke dalam jurang akibat ulah orang-orang korup perusak negeri. Ketika para pengkudeta itu mencari-cari kesalahan Presiden Mursi, mereka tidak bisa mendapat satupun, bahkan semua temuan menunjukkan kemuliaan beliau.
Oleh karena itu, walaupun didukung tank dan pesawat, para pengkudetalah yang bergetar dan merasa ketakutan. Terbukti mereka menculik Presiden dan menyanderanya di tempat tersembunyi, para pemeriksa mendatanginya dengan mata tertutup, memindah tempat persidangan sehari sebelum pelaksanaan, mengerahkan 20 ribu personil militer dan polisi, dan menyebar peralatan perang di seluruh kota.
Tentang tuduhan melakukan pembunuhan, kita ketahui bahwa Presiden Mursi adalah seorang yang hapal Al-Quran. Apakah beliau lupa dengan ayat: “Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An-Nisaa: 93].
Kesaksian mantan menteri kehakiman, Ahmah Makki, juga menyebutkan bahwa beliau tidak menyuruh militer dan polisi untuk membunuhi para demonstran. Apalagi dari 10 korban yang jatuh, 8 di antaranya adalah pendukung Presiden Mursi sendiri.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/08/41898/rahasia-keteguhan-presiden-mursi-dalam-persidangan/#ixzz2nJOhRdbD

1600 Dosen Mengundurkan Diri Sebagai Protes Penyerangan Kampus Al-Azhar

Sebanyak 1600 dosen Al-Azhar akan mengajukan pengunduran dirinya sebagai protes terhadap polisi yang menyerang kampus Al-Azhar. Dalam penyerangan tersebut, polisi juga sempat melakukan penghinaan terhadap beberapa dosen, memukul mereka di kelas di depan para mahasiswanya. Hal ini seperti diberitakan situs islammemo, Rabu (11/12/2013) kemarin.
Ke depannya, para dosen tersebut akan membentuk front independen untuk membela mahasiswa mendapatkan hak-hak mereka di dalam kampus mereka sendiri. Selain itu, mereka juga akan memperjuangkan hak-hak para dosen yang mendapatkan penghinaan fisik dan non-fisik dari para polisi di depan mahasiswa.
Dosen-dosen tersebut juga mencontoh sikap dekan fakultas teknik Universitas Kairo yang mengundurkan diri bersama para staf pengajarnya sebagai protes atas penyerangan polisi kudeta terhadap mahasiswa penentang kudeta militer belum lama ini.
Sementara itu, mahasiswa Al-Azhar yang tergabung dalam beberapa gerakan telah melakukan kordinasi untuk menyatukan langkah mereka. Ada tujuh gerakan mahasiswa Al-Azhar yang menyatu dalam kordinasi “Mahasiswa Al-Azhar Anti-Kudeta”. Tujuan mereka adalah kesatuan langkah dalam menjatuhkan kudeta militer yang terjadi di Mesir saat ini.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/12/12/43355/1600-dosen-mengundurkan-diri-sebagai-protes-penyerangan-kampus-al-azhar/#ixzz2nJNvO7Rm

As-Sisi Pernah Ancam Para Hakim

Seorang penelpon bernama Musthafa menghubungi stasiun televisi Aljazeera dalam sebuah acara yang disiarkan langsung, Jumat (29/11/2013). Musthafa menyatakan bahwa dirinya mempunyai sebuah rekaman perkataan As-Sisi yang berisi ancaman kepada para hakim dan pimpinan peradilan di Mesir.
Rekaman tersebut diambil dalam pertemuan antara As-Sisi dan para hakim pada tanggal 4 Juli yang silam. Pada pertemuan tersebut As-Sisi mengatakan:
“Kalian semua pasti tahu bahwa Mursi masih menjadi presiden yang sah. Karena aku yang telah menjatuhkannya, maka aku pun bisa mengembalikannya. Saat ini juga. Tapi kalian tahu apa yang akan terjadi jika dia kembali menjadi presiden? Apa yang akan dilakukannya terhadap kalian? Kalian adalah orang-orang yang korup. Lembaga peradilan hanya dipenuhi keluarga-keluarga kalian. Sekarang terserah kalian, kalian mau mendukungku secara penuh, atau aku akan kembalikan Mursi menjadi presiden? Lalu dia akan melakukan pembersihan peradilan.”
Di akhir perbincangan, penyiar Aljazeera memastikan apakah Musthafa benar-benar menyimpan rekaman tersebut, dan memintanya untuk menghubungi bagian redaksi Aljazeera.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/30/42907/as-sisi-pernah-ancam-para-hakim/#ixzz2nJNMfzAc

Afrika Selatan Tolak Kehadiran Utusan Kudeta dalam Upacara Penghormatan Mandela

Pemerintah Afrika Selatan tidak memperkenankan hadirnya utusan penguasa kudeta di Mesir dalam upacara penghormatan Nelson Mandela.
Presiden kudeta Mesir, Adly Mansur, sebenarnya telah menunjuk ketua Komnas HAM Mesir untuk menghadiri upacara tersebut, seperti diberitakan televisi Aljazeera Mubasher Misr.
Namun beberapa sumber media menyebutkan bahwa pemerintah Afrika Selatan menyatakan menolak kehadiran utusan pemerintah kudeta Mesir dalam upacara tersebut. Alasannya, Mesir saat ini masih dalam status menggantung terkait keanggotaannya dalam Uni Afrika menyusul kudeta militer 3 Juli silam.
Sementara itu, dalam sebuah acara resmi menghormati Nelson Mandela di Pretoria, terlihat simbol R4BIA di belakang podium utama acara tersebut. Simbol tersebut terlihat ketika salah seorang pejabat menyampaikan sambutannya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/12/11/43308/afrika-selatan-tolak-kehadiran-utusan-kudeta-dalam-upacara-penghormatan-mandela/#ixzz2nJMw8Ygy

Senin, 25 November 2013

Walaupun Liberal, Wanita Ini Tetap Menentang Tindakan Represif Kudeta

Kecewa dan bingung terlihat pada wajah reporter yang mewawancarai Dr. Magda Adly, ketua Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan dan Penyiksaan “Nadim”.
Menanggapi meninggalnya seorang anak kecil karena serangan keamanan penguasa dalam sebuah demonstrasi, reporter menyampaikan pesan bahwa demonstrasi-demonstrasi menentang kudeta harus segera dilarang karena menyebabkan jatuhnya banyak korban termasuk anak kecil.
Namun Magda yang menjadi tamu dalam acara di stasiun televisi ONTV tersebut malah menolak upaya pelarangan tersebut. Menurutnya, demonstrasi bukanlah sebab terjadinya aksi kekerasan. Demonstrasi adalah sebuah reaksi yang wajar terhadap aksi-aksi pembantaian yang dilakukan penguasa saat ini, terutama di Rabiah.
Magda mengatakan, “Tuduhan bahwa pihak Ikhwan yang membunuh anak kecil itu, bukanlah sebabnya. Sebabnya adalah aksi kekerasan yang dilakukan keamanan penguasa yang membubarkan demonstran dengan paksa dan kekerasan di Rabiah dan tempat lainnya.
Ketika keamanan bersikap keras, dan jatuh banyak korban ini bisa menyulut kekerasan serupa. Banyak rekanku, bahkan keluargaku yang menjadi korban. Banyak di antara mereka bukanlah merupakan anggota Ikhwanul Muslimin atau partai Islam lainnya, tapi mereka ikut dalam demonstrasi-demonstrasi menentang kekejaman penguasa.”
Menurut Magda, kebanyakan demonstrasi dilakukan oleh bukan orang Ikhwan. Demonstrasi-demonstrasi itu sementara ini masih bersifat damai. Pihak yang menuduhnya tidak damai tidak mempunyai bukti apa-apa.
Terakhir Magda mengatakan, “Kalau demonstrasi Ikhwan saat ini dilarang, maka seluruh demonstrasi dari pihak manapun harus dilarang. Lalu, di manakah demokrasi?”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/24/42622/walaupun-liberal-wanita-ini-tetap-menentang-tindakan-represif-kudeta/#ixzz2le66two6

Kamis, 21 November 2013

Prof. Dr. Abdurrahman Uwais Kini Disusul Putranya

Kita masih ingat dengan Prof. Dr. Abdurahman Uwais, guru besar tafsir di Universitas Al-Azhar, yang menjadi salah satu korban meninggal dunia saat militer membantai demonstran di Rab’ah Adawiyah (14/8/2013).
Saat itu, putera beliau, Amru, juga menjadi korban luka. Kepalanya luka parah karena ditembak sniper di waktu dan tempat yang sama. Dari saat terluka hingga sekarang, Amru mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun Allah swt. telah memanggilnya hari ini, Ahad (3/11/2013).
Ayahnya, Abdurrahman Uwais, adalah salah seorang ulama besar di Universitas Al-Azhar. Beliau juga termasuk tokoh besar jamaah Ikhwanul Muslimin. Beliau meninggal dunia setelah ditembak sniper di daerah kepala.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/03/41563/prof-dr-abdurrahman-uwais-kini-disusul-putranya/#ixzz2lI2vOplq

FJP: Kehilangan Akal, Penguasa Kudeta Membunuhi Mahasiswa

Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) menyebutkan bahwa penguasa kudeta saat ini sudah kehilangan akalnya. Mereka menyerang mahasiswa dengan panser di asrama mahasiswa Al-Azhar, Rabu (20/11/2013) kemarin.
As-Sisi sebagai pemimpin kudeta harus mempertanggung-jawabkan jatuhnya korban dari kalangan mahasiswa. Karena puluhan mahasiswa terluka, dan satu di antaranya meninggal dunia.
Menurut FJP, tindakan babi-buta militer terhadap mahasiswa adalah pelampiasan kekesalan mereka yang gagal mewujudkan keamanan di Mesir, bahkan mewujudkan keselamatan militer sendiri tidak bisa. Beberapa personil militer menjadi korban serangan di dataran Sinai.
Tidak hanya kepada mahasiswa putra, militer juga menyerang mahasiswi yang sedang demonstrasi dengan konvoi menuju kantor Syeikhul Azhar. Militer menyerang, menembakkan gas air mata, dan menangkap beberapa orang mahasiswi.
Walaupun sangat kejam, tindakan militer ini, menurut FJP, tidak akan mematikan semangat revolusi para mahasiswa. Hal itu bahkan akan semakin menambah semangat dan tekad mereka dalam menuntut keadilan dan kebenaran.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/21/42475/fjp-kehilangan-akal-penguasa-kudeta-membunuhi-mahasiswa/#ixzz2lI2OKlrL

Militer Kudeta Menyerang, Tiga Mahasiswa Meninggal di Asrama Al-Azhar

Polisi dan militer  kudeta melakukan penyerangan terhadap asrama mahasiswa Universitas Al-Azhar, Kairo, Rabu (20/11/2013) kemarin. Ibrahim Darwisy, dari persatuan mahasiswa semester 6 fakultas Kedokteran Universitas Al-Azhar menulis dalam akun twitternya, “Sekarang ada tiga jenazah mahasiswa bersama kami di asrama.”
Militer dan polisi bahkan masuk dan menyerang asrama dengan menggunakan kendaraan berat seperti panser. Mereka menembakkan peluru tajam dan gas air mata. Bahkan mereka mengejar, menangkap dan menyiksa seorang mahasiswa di dalam masjid.
Muhammad Badawi, seorang wartawan surat kabar Yaoum Sabi’ menulis dalam akun facebooknya, “Aku melihat dengan mataku sendiri seorang mahasiswa meninggal karena tembakan di dada dan lehernya. Hasbunallahu wani’mal Wakil.
Demi Allah, mahasiswa tidak membakar gedung asrama. Mereka hanya membakar sampah di depan gerbang utama. Aku bersumpah, aku melihat militer dan polisi masuk ke masjid dengan sepatu mereka, dan menangkap seorang mahasiswa. Mahasiswa itu mereka siksa ramai-ramai di masjid.
Mahasiswa itu sudah berlumuran darah, tergeletak di lantai. Ada lima orang militer yang menyiksanya, dengan menendang dan memukuli.”
Sementara itu, beberapa saat yang lalu, pihak rumah sakit Universitas Al-Azhar memohon kepada pemerintah kudeta agar diijinkan masuk ke areal asrama mengevakuasi dan memberikan penanganan kepada para mahasiswa yang terluka.
Seorang aktivis lembaga HAM “Dhahaya” menyebutkan dalam akun facebooknya bahwa militer dan polisi bodoh. Mereka tidak mengetahui dengan pasti bagaimana sebenarnya kondisi mahasiswa kalau berada di dalam asrama. Bagi mahasiswa, asrama adalah seperti rumah bagi mereka. Persatuan sesama mereka di asrama juga sangat kuat. Kejadian asrama Al-Azhar ini akan tercatat dalam sejarah perjuangan baru melawan kudeta. Tapi perjuangan kali ini adalah perjuangan berkelas tinggi.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/21/42479/militer-kudeta-menyerang-tiga-mahasiswa-meninggal-di-asrama-al-azhar/#ixzz2lI1WO43w

Mesir, Alangkah Lucunya Negeri Ini

Seorang jurnalis Mesir, Muhammad Jamal Arafah, menulis sebuah artikel di situs rassd.com, tentang beberapa hal yang sangat aneh, hanya terjadi di Mesir dan tidak terjadi di manapun di tempat lain.
-          Polisi dan militer membunuhi demonstran di Jalan Muhammad Mahmud. Lucunya, polisi dan militer juga yang memperingati gugurnya para korban itu dan menyebut mereka sebagai pahlawan.
-          Para demonstran yang benci Islam dan Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa Ikhwan diam saja ketika puluhan dari mereka menjadi korban pembantaian di Muhammad Mahmud. Lucunya, mereka juga yang diam seribu bahasa ketika ribuan Ikhwanul Muslimin dibantai di Rabiah, bahkan ada 7 peristiwa pembantaian yang dialami Ikhwan.
-          Pemerintah tidak menyebutkan jumlah dan nama-nama orang yang menjadi korban pembantaian di Rabiah dan lainnya. Lucunya, pemerintah mengumumkan jumlah dan nama-nama polisi yang meninggal, padahal sangat mungkin polisi itu juga mereka yang membunuhnya karena membangkang perintah membantai.
-          Pemerintah mengumumkan jumlah korban meninggal dalam Revolusi Januari 2011 (900 orang), di masa Dewan Militer (215 orang), dan di masa Presiden Mursi (154 orang). Lucunya, sampai sekarang tidak diumumkan jumlah korban di Rabiah yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
-          Wartawan aliran kiri yang menjadi korban meninggal dalam peliputan demonstrasi boleh dipasang gambarnya di jalanan. Lucunya, wartawan dari kalangan aktivis Islam tidak boleh. Orang yang melakukannya diancam penjara.
-          Departemen pendidikan memberikan penghargaan kepada seorang siswa hanya karena dia mempunyai kreasi simbol dengan angkat 3. Lucunya, ketika ada puluhan bahkan ratusan siswa yang menunjukkan simbol 4 (R4BIA), mereka harus ditahan berhari-hari bersama kriminalis di penjara. Alasannya mereka sudah berpolitik. Apakah menunjukkan simbol 3 bukan berpolitik?
-          Kementerian pemuda dan olah raga memberikan hadiah dan penghormatan kepada pemain-pemain biasa, bahkan berbuat curang (seperti pemain angkat besi). Lucunya, kementerian yang sama juga yang menjatuhkan hukuman kepara para pemain olah raga yang mengharumkan Mesir dengan menyumbangkan medali emas (kung fu, sepak bola, dan lainnya)
-          Pemerintah menangkapi para profesor dan ahli dalam kedokteran, teknologi, wartawan, dan lainnya. Lucunya, pemerintah malah mengundang dan menghormati para artis dalam acara-acara mereka. Menyertakan banyak artis porno untuk mengamandemen konstitusi.
-          Polisi membebaskan seorang artis yang tertangkap sedang mabuk berat di jalanan padahal sudah masuk waktu “jam malam” hanya karena dia bersama laki-laki hidung belang berasal dari negara yang mendukung kudeta. Lucunya, polisi akan langsung menangkapi dokter, ulama, dan lainnya yang ada di jalanan di “jam malam” saat mereka menuntut keadilan.
-          Pengadilan membebaskan mantan Husni Mubarak dan kroninya yang terlibat dalam pembunuhan demonstran dan kerusakanan ekonomi Mesir. Lucunya, pengadilan yang sama menjatuhkan vonis penjara 17 tahun kepada beberapa mahasiswa yang berdemonstrasi di depan kantor Syeikhul Azhar.
-          Minoritas Kristen Koptik menuntut diberi kuota 15% kursi legislatif dan ekskutif. Lucunya, para kader partai Islam yang memenangkan 70% suara dalam pemilu kini harus meringkuk di penjara.
-          Presiden, menteri, dan anggota parlemen yang dipilih oleh rakyat dalam pemilu harus mendekam di penjara, sedangkan politikus dari partai kacangan duduk di kursi kekuasaan.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/20/42437/mesir-alangkah-lucunya-negeri-ini/#ixzz2lCdM7WhJ

Akhirnya Mereka Akui, As-Sisi di Rumah Sakit

Stasiun televisi AlFarain yang mendukung kudeta mengumumkan Jumat (8/11/2013) kemarin, bahwa As-Sisi berada di rumah sakit. Dalam akun facebooknya, wartawan Hamdi Syafiq berkomentar, “Akhirnya mereka akui, As-Sisi di rumah sakit.”
Syafiq membuat beberapa kemungkinan berkaitan dengan pengakuan televisi tersebut: Kemungkinan pertama, pengumuman tersebut untuk menutupi pemberitaan tentang banyaknya pembantaian yang dilakukan As-Sisi. Ketika dia sakit, akan ada simpati rakyat kepadanya, dia akan kembali meraih popularitas.
Kemungkinan kedua, seperti yang disampaikan Amru Farrag, direktur kantor berita Rassd, bahwa As-Sisi menghilang karena anjuran dari perusahaan public relation Amerika yang dikontrak Mesir untuk mengangkat citranya. As-Sisi setelah ini akan kembali muncul dengan performa dan pengaruh yang baru.
Kemungkinan ketiga, As-Sisi menghilang dengan tujuan atas perintah Amerika agar Adli Mansur dan Bablawi (presiden dan perdana menteri kudeta) muncul ke publik dan seakan mempunyai peran memerintah, bukan sekadar boneka pajangan.
Kemungkinan keempat, menurut Syafiq, pengumuman sakitnya ini adalah untuk menjadi mukaddimah pengumuman berikutnya tentang dirinya telah meninggal. Ini membenarkan dugaan yang sering muncul beberapa hari ini bahwa As-Sisi terkena tembakan di pangkalan laut di Alexandria, dua pekan yang lalu. Atau karena keracunan makanan dan obat-obatan seperti yang dikatakan nara sumber Aljazeera, sejarawan Muhammad Jawadi.
Saat ini, kemungkinan As-Sisi dalam kondisi kritis karena televisi Al-Farain sampai meminta rakyat Mesir mendoakan untuk kesembuhannya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/09/41944/akhirnya-mereka-akui-as-sisi-di-rumah-sakit/#ixzz2lI16EL7v

Rabu, 20 November 2013

Ketika Gubernur Militer Mencak-mencak di Depan Para Khatib

Sammah Qandil, gubernur Port Said yang berasal dari kalangan militer, mengancam para khatib di provinsi Port Said jika mereka tetap membicarakan politik dan mengkritik pemerintah kudeta dalam khutbah-khutbah mereka. Katanya, orang seperti itu layak mendapatkan tamparan.
Ancaman tersebut dilontarkannya, saat gubernur mengumpulkan para khatib dan imam masjid-masjid di provinsi Port Said, Sabtu (16/11/2013) di kantor gubernuran bersama kepala kantor urusan wakaf propinsi dan kepala bagian dakwah lembaga Al-Azhar kota Port Said.
Menurut gubernur, khutbah Jumat tidak benar kalau dihubungkan dengan urusan politik yang saat ini terjadi di Mesir. Tidak hanya khutbah Jumah, masjid harus bersih semua kegiatan yang membicarakan politik. Beliau mengancam akan memproses secara hukum semua khutbah yang berani melanggar aturan ini. “Nggak boleh bicara politik. Sudahlah, kita ingin Mesir sedikit tenang.”
Beliau juga mengancam dengan gaya militernya, “Orang yang melanggar omonganku, hukuman yang pantas baginya adalah tamparan sekeras-kerasnya di wajahnya. Dia bisa kuperiksa, kubawa ke pengadilan, kubuang, atau apa saja yang mungkin belum pernah ada dalam bayangan seseorang.”
Walaupun demikian keras ancaman gubernur tadi, tidak ada seorang khatib pun yang berbicara. Semua diam. Cuma terdengar ucapan, “Kita bertawakkal kepada Allah swt.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/19/42378/ketika-gubernur-militer-mencak-mencak-di-depan-para-khatib/#ixzz2lCcC3cvw

Minggu, 17 November 2013

Pembangkangan Sipil, “Matikan Ponselmu”

Seakan tidak ada habisnya ide para penentang kudeta. Kali ini mereka melancarkan kampanye pembangkangan sipil yang mentargetkan perusahaan-perusahan telekomunikasi.
Mulai hari Rabu (18/9/2013) pagi kemarin, dimulailah kampanye “Matikan Ponselmu” menggunakan sosial media, di antaranya facebook. Tujuannya adalah menimpakan kerugian kepada perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam kudeta dan pembantaian terhadap para demonstran damai.
Kampanye ini mendapatkan sambutan cukup hangat dari para pengguna sosial media. Salah satu di antaranya ‘Alaa Sa’ad yang memberikan komentar:
“Aku akan menon-aktifkan ponselku pada hari kamis, supaya perusahaan-perusahan telekomunikasi menderita kerugian. Mereka terlibat dalam membunuh anak-anak muda kita. Misalnya, Mobinil adalah milik Sawiris (pengusaha milyarder dekat dengan Mubarak), Vodafone adalah perusahaan Amerika, dan Etisalat adalah perusahaan Emirat (negara yang sangat mendukung kudeta selama ini).

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/19/39528/pembangkangan-sipil-matikan-ponselmu/#ixzz2kthtKORC

Pembubaran Ikhwan Takkan Berpengaruh

Hakim Walid Syarabi, juru bicara Gerakan Hakim untuk Mesir, menuliskan dalam akun facebooknya, Selasa (24/9/2013) ini:
“Vonis pembubaran organisasi Ikhwanul Muslimin dan penghentian semua aktifitas jamaah Ikhwanul Muslimin tidak akan berpengaruh apa-apa pada realitas politik yang terjadi saat ini di Mesir. Semua eksekusi yang bisa dilakukan setelah keluarnya vonis pembubaran ini sebenarnya sudah lama dilakukan oleh kaum pengkudeta. Mereka telah menutup kantor-kantor, menyita semua aset, menangkapi pimpinan, dan menghentikan semua aktifitas Ikhwan.
Negara yang dijalankan kaum pengkudeta tidak memerlukan hukum dan undang-undang untuk melakukan itu semua. Sejak awal, semuanya memang dilakukan untuk mengamankan kekuasaan kudeta mereka. Kami memandang bahwa vonis pembubaran ini sebenarnya menghasilkan sesuatu yang sudah dihasilkan. Ikhwan sudah dibubarkan sebelum keluarnya vonis ini. Oleh karena itu, vonis ini tidak akan berpengaruh apa-apa pada perkembangan politik mendatang.”

http://www.dakwatuna.com/2013/09/24/39729/pembubaran-ikhwan-takkan-berpengaruh/

Presiden Mursi Menolak Mengenakan Pakaian Tersangka

Koresponden televisi Mesir melaporkan bahwa Presiden Mursi menolak memakai pakaian tersangka, sehingga beliau memakai pakaian sipil seperti biasa yang dikenakannya.
Persidangan yang dilakukan Akademi Kepolisian ini dijaga dengan sangat ketat. Jauh berbeda dengan saat persidangan mantan presiden Mubarak.
Sebelumnya, telah datang juga Dr. Isham Iryan (wakil ketua Partai Kebebasan dan Keadilan/FJP), Muhammad Beltagi (sekjen FJP), Ahmad Abdul Athi (kepada kantor kepresidenan). Saat ini semuanya telah berada dalam kurungan di ruangan persidangan.
Sementara itu, pihak keamanan persidangan memeriksa semua orang yang membawa surat ijin masuk ke ruang sidang. Tidak ada orang yang boleh masuk dengan membawa ponsel dan kamera. Bahkan para juru berita pun tidak boleh membawa pena dan kertas untuk menuliskan beritanya.
Di luar pengadilan, pengamanan sangat ketat. Ada terlihat banyak kendaraan militer dan ambulan. Kepala kantor berita Aljazeera di Kairo mengatakan suasana di daerah pengadilan dan daerah sekitar sangat mencekam.
Sementara itu, para demonstran saat ini masih melakukan unjuk rasa di depan kantor Mahkamah Agung dan kantor Mahkamah Konstitusi.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/04/41645/presiden-mursi-menolak-mengenakan-pakaian-tersangka/#ixzz2ktgy3gQV

Hari Senin, Siapa Menghakimi Siapa?

Hakim Walid Syarabi, juru bicara “Gerakan Hakim untuk Mesir” menulis sebuah artikel berisi pertanyaan tentang apa yang akan terjadi pada hari Senin (4/11/2013) besok. Apakah peradilan yang akan menghakimi Presiden Mursi? Atau rakyat yang akan menghakimi peradilan?
Sebenarnya, menurut Walid, hal yang harus dirasakan rakyat Mesir ketika Presiden Mursi dibawa ke pengadilan adalah perasaan tenang. Karena akan ada kejelasan, dan Presiden Mursi bisa menjelaskan dan membela dirinya di sana.
Tapi kenapa ada gelombang demonstrasi besar-besaran menentang pengadilan Presiden Mursi? Bahkan demosntrasi itu digelar secara berlanjut sejak hari Jumat (1/11/2013) hingga hari Senin (4/11/2013) depan saat dilaksanakannya pengadilan Presiden Mursi.
Walid menjawaban sendiri pertanyaannya, bahwa ketenangan yang tidak dirasakan rakyat Mesir itu menunjukkan ketidak-percayaan mereka terhadap peradilan di Mesir. Karena kondisi mesir yang sudah demikian kacau pun tidak lain adalah gara-gara ulah peradilan Mesir sejak terjadinya Revolusi Januari 2011 hingga sekarang.
Semua hasil Revolusi Januari 2011 digagalkan oleh peradilan. Mulai dari pembubaran lembaga legislatif, pembatalan dekrit presiden, pembebasan tokoh-tokoh korup rejim Mubarak, keterlibatan dalam kudeta militer, penangkapan dan penahanan ketua lembaga legislatif, penahanan orang-orang tak bersalah, penahanan anak-anak yang ikut berdemonstrasi, dan sebagainya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/03/41573/hari-senin-siapa-menghakimi-siapa/#ixzz2ktgCrSQi

Pakar Hukum: Walau Ditindas, Ikhwanul Muslimin Semakin Populer dan Solid

Dr. Manshur Abdul Ghafar, pakar hukum dari Pusat Studi Hukum, mengatakan bahwa Ikhwanul Muslimin bertambah populer dan solid akibat dari tekanan yang dialaminya. Hal yang sama telah terjadi dan terbukti sepanjang sejarah jamaah ini.
Menurut Abdul Ghafar, selama 80 tahun Ikhwanul Muslimin juga selalu mendapatkan pukulan berat yang menyebabkan banyak kalangan mengira sebagai akhir riwayat jamaah ini. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, jamaah ini semakin membesar dan meluas.
Dalam wawancara dengan televisi Al-Arabia, Abdul Ghafar menyangkal perkiraan bahwa Ikhwnul Muslimin telah tamat saat ini. Beliau mengatakan bahwa Ikhwan mempunyai basis sosial yang sangat kuat. Beliau membuktikan bahwa walaupun hampir semua pemimpinnya telah masuk penjara, tapi demonstrasi-demonstrasi menentang kudeta masih saja terjadi setiap hari. Demonstrasi-demonstrasi dilakukan oleh rakyat biasa yang ingin mengungkapkan aspirasinya yang sama dengan Ikhwan.
Menurutnya, jumlah pendukung Ikhwan mungkin saja akan berkurang saat ini. Tapi bisa dipastikan para kader Ikhwan akan tetap memegang sikap dan prinsipnya. Karena ideologi tidak mengenal mati. Sejarah membuktikan walaupun pimpinan dan kader pimpinan Ikhwan ditangkapi, ditahan, dihukum mati, disita asetnya, dibubarkan dan dilarang organisasinya, tapi mereka tetap bekerja.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/09/41940/pakar-hukum-walau-ditindas-ikhwanul-muslimin-semakin-populer-dan-solid/#ixzz2ktfkk6i5

Kuburan As-Sisi

Para pengguna facebook saat ini sedang banyak membicarakan dan menyebarkan sebuah foto bergambarkan kuburan keluarga As-Sisi.
Di atas pintu masuk kuburan tersebut, selain tertulis Jenderal Abdul Fattah As-Sisi, juga tertulis ayat Al-Qur’an, yaitu Surat Yusuf Ayat 101. Berbunyi: “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takbir mimpi.  (Ya Tuhan). Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”
Ada beberapa kesalahan dalam penulisan ayat tersebut. Tujuan penyebaran foto ini adalah agar As-Sisi segera tersadar bahwa kehidupannya tidaklah kekal. Sebentar lagi dia akan meninggal dunia, dan meninggal semua yang saat ini dia miliki dan rebut.
Tradisi di Mesir, di pekuburan umum, sebuah keluarga besar membangun tempat khusus untuk mengubur anggota keluarganya. Biasanya tempat khusus itu dibuat berbentuk seperti rumah sehingga terjaga privasinya. Keluarga As-Sisi rupanya juga telah membangun hal serupa.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/17/40863/kuburan-as-sisi/#ixzz2ktfPPFCh

Persidangan Presiden Mursi Dagelan Terbesar dalam Sejarah Peradilan

Ahmad Mansur, wartawan Aljazeera dan pengamat politik Mesir mengatakan bahwa persidangan Presiden Mursi adalah dagelan terbesar dalam sejarah peradilan.
Presiden Mursi dituduh memprovokasi untuk membunuh demonstran. Kalau demikian, kira-kira tuduhan apa yang seharusnya dihadapkan kepada As-Sisi.
As-Sisi yang telah membunuh 5000 rakyat, melukai 29 ribu orang, menangkap 20 ribu lainnya, dan membawa Mesir ke lorong gelap tak berujung. Orang jahat seperti ini sekarang mengadili seorang presiden dengan tuduhan memprovokasi membunuh 2 orang.
Yang mengherankan, dalam peristiwa tersebut, yang terbunuh ada 10 orang; 2 orang penentang Presiden Mursi, dan 8 orang pendukung Presiden Mursi. Kenapa Presiden Mursi dituduh karena meninggalnya 2 orang tersebut? Kenapa orang yang benar-benar membunuh 8 orang tersebut tidak diadili?
Hanya untuk mengadili Presiden Mursi ada 300 orang yang mengajukan tuntutan dan membawa kasus 2 orang korban dari kalangan penentang Presiden Mursi tersebut.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/04/41647/persidangan-presiden-mursi-dagelan-terbesar-dalam-sejarah-peradilan/#ixzz2ktesBWzV