Kamis, 08 Agustus 2013

75 Hakim Independen Umumkan Dukungan kepada Presiden Mursi

Dukungan terhadap pemerintahan yang sah kembali datang dari kalangan perangkat pemerintahan. Kali ini sejumlah hakim yang bergabung dalam “Hakim Independen” menekankan, selama ini terus mengikuti perkembangan krisis politik yang sedang melanda Mesir.
Mereka menekankan, tidak berpolitik atau membela pihak tertentu dalam prahara politik. Pembelaan mereka hanyalah kepada pihak yang memiliki legitimasi.
Oleh karena itu, “Hakim Independen” mengeluarkan sebuah siaran pers yang mengutuk tindakan mencederai badan-badan berlegitimasi, yaitu konstitusi, presiden, dan dewan legislatif. Mereka menuntut semua lembaga tersebut kembali aktif lagi demi terwujudnya kehidupan politik, ekonomi, social, dan hukum yang berkonstitusi. Selanjutnya, hendaknya melengkapi bangunan demokrasi sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipegangnya.
Kecaman dari banyak pihak nampaknya tidak menyurutkan kehendak pemerintahan hasil kudeta untuk terus melanggar konstitusi Mesir dengan mengesahkan kudeta yang dilakukan militer dibawah komando As-sisi.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/26/37249/75-hakim-independen-umumkan-dukungan-kepada-presiden-mursi/#ixzz2bR18HHCW

Inilah Bukti As-Sisi Memerangi Islam, Menutup dan Menyegel Masjid

Penutupan dan penyegelan masjid belum pernah terjadi sepanjang sejarah Mesir. Tapi hal itu terjadi di masa pemerintahan kudeta As-Sisi. Kepolisian menutup dan menyegel masjid Al-Markaz Al-Islami di kota Dimyath. Selain itu, mereka juga menangkap dan menahan imamnya.
Peristiwa itu terjadi pada Ahad malam 4 Agustus, setelah sejumlah preman dan polisi berpakaian sipil lengkap dengan kendaraan lapis bajanya menyerang jamaah masjid yang sedang melaksanakan shalat tarawih. Mereka menyerang dengan peluru tajam dan gas air mata. Ada 55 orang yang terluka, di antaranya 11 orang terluka peluru tajam, 2 di antaranya dalam kondisi kritis.
Sebelumnya ribuan pendukung pemerintah yang sah sudah berdemonstrasi secara damai di sekitar masjid. Mereka tidak menyangka akan diserang dengan demikian kejam seperti itu.
Tidak cukup menutup dan menyegel masjid, mereka juga membakar panggung demonstrasi beserta apa saja yang terdapat di atasnya seperti pengeras suara dan sebagainya. Mobil-mobil di sekitar lokasi tidak luput dari amuk mereka.
Peristiwa ini mungkin lebih menjelaskan pernyataan As-Sisi di harian Washington Post bahwa kejahatan Presiden Mursi adalah loyalitasnya yang terlampau kuat kepada agama Islam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/06/37670/inilah-bukti-as-sisi-memerangi-islam-menutup-dan-menyegel-masjid/#ixzz2bR0OqIac

Mesir Melawan Kudeta

Jum’at (2/ 8) para pendukung Presiden Muhammad Mursi kembali membuat sejarah melalui aksi yang mereka beri tajuk “Mesir Melawan Kudeta”.
Aksi damai ini mereka tunjukkan dengan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar lagi di seantero kota di Mesir, salah satunya adalah di Alexandria dan Rab’a. Mereka bergerak memenuhi jalan selepas sholat jum’at dan semakin bertambah di malam hari.
Gambar dapat dilihat pada laman di bawah ini.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/03/37550/mesir-melawan-kudeta/#ixzz2bQzYGbbs

Hakim Menerbitkan Sprindik Presiden Mursi

Hasan Samir, hakim  di Pengadilan Banding Kairo mengeluarkan surat penahanan Presiden Mursi dengan masa 15 hari guna penyidikan. Dikeluarkannya surat ini setelah dilakukan interogasi, pengajuan bukti-bukti dan tuduhan-tuduhan pada kejahatan yang dilakukan Presiden Mursi.
Di antara tuduhan yang didakwakan kepada Presiden Mursi adalah
  1. melakukan tindakan intelijen dengan gerakan Hamas untuk merencanakan aksi-aksi memusuhi negara,
  2. menyerang gedung-gedung kepolisian, menyerang perwira dan tentara,
  3. mendobrak penjara, membakar penjara, membuka penjara sehingga para narapidana kabur, merusak catatan-catatan resmi dalam penjara,
  4. menyerang pos-pos polisi, merusak fasilitas umum dan pribadi ketika kerusuhan,
  5. membunuh beberapa narapidana dan tentara, dan menculik beberapa perwira.
Hakim Hasan Samir juga mendelegasikan kepada kejaksaan agung untuk memeriksa para saksi berkaitan dengan kasus-kasus di atas.
Tuduhan-tuduhan tersebut memang selalu diangkat saat Mursi masih menjadi presiden. Tuduhan yang dilakukan oleh hakim dan mahkamah yang sangat pro Mubarak dan menentang keras aksi reformasi yang dilakukan presiden Mursi.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/07/26/37280/hakim-menerbitkan-sprindik-presiden-mursi/#ixzz2bQywu0OJ

Amnesty International Dukung Demonstrasi Rab’ah Adawiyah

Juru bicara Ikhwanul Muslimin (IM), Dr. Ahmad Arif, menuturkan bahwa Koalisi Penolakan Kudeta menerima kedatangan delegasi Amnesty International untuk kedua kalinya Selasa dan Rabu kemarin.
Tujuan kunjungan tersebut adalah mengkonfirmasi kondisi demonstrasi di Rab’ah, karena saat ini banyak sekali informasi menyesatkan tentang demonstrasi di Rab’ah dan lainnya. Media massa Mesir sudah tidak menjunjung kode etik jurnalistik lagi dengan melakukan provokasi dan kebohongan.
Bahkan kebohongan media kadang sudah keterlaluan dan tidak masuk akal. Misalnya para pemimpin IM menculik dan membunuhi mereka. Jumlah korban sudah 80 orang. Mereka dikuburkan di septik tank. Karena sudah penuh, jasad korban yang lain dikubur di perempatan Shalah Salim, entah di bagian yang mana.
Ada berita lain yang tak kalah menggelikan, bahwa IM dan para demonstran telah menggunakan senjata kimia. Hal yang sama dilakukan oleh militer. Terakhir adalah berita ditemukannya gudang yang penuh dengan roket, yang disertai foto untuk menguatkannya. Tapi dalam foto terpampang sebuah bendera Suria.
Dalam kesempatan tersebut, Arif menekankan bahwa pihaknya menempuh cara-cara legal memberi kesempatan rakyat Mesir menggulingkan kudeta. Beliau katakana, “Tidak ada yang kami sembunyikan. Sebaliknya kami menunjukkan hal-hal yang patut dibanggakan. Pengorbanan rakyat yang luar biasa demi keamanan Mesir, terhindarkan dari ulah buruk para pengkhianat.”
Amnesty International tak luput dari kebohongan penguasa. Untuk menguatkan posisinya, menteri luar negeri Mesir menyatakan bahwa Amnesty International mempunyai bukti-bukti demonstran Rab’ah memegang senjata-senjata berat. Padahal Amnesty sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan seperti itu. Ini hendaknya membuat semua pihak berhati-hati ketika mendengar pernyataan pemerintah, karena organisasi sebesar Amnesty saja dicatut namanya demi kepentingan politik mereka.
Dalam kesempatan tersebut pihak Amnesty juga menuntut pemerintah kudeta mengijinkan Presiden Mursi dan 9 orang asistennya untuk berkomunikasi dengan keluarga, dokter dan pengacara mereka.
Selain itu, Amnesty juga menuntut diungkapnya 5 orang asisten Presiden Mursi yang tidak diketahui tempat penahanannya  hingga sekarang. Kalau mereka tidak dihadapkan pada tuntutan pidana maka hendaknya mereka segera dibebaskan.

Tokoh-tokoh Ikhwan Dijadikan Tersangka dengan Tuduhan Palsu

Jaksa agung, Hisyam Barakat menyetujui untuk melimpahkan berkas Muhammad Beltagi, Shafwat Hijazi, Muhammad Zinati, dan Abdul Adhim Ibrahim ke pengadilan pidana Kairo.
Mereka dihadapkan tuduhan telah membentuk sebuah gank yang bertujuan pelaksanaan undang-undang, menghalang-halangi pemerintah menggunakan wewenang-wewenangnya, melakukan praktek premanisme, dan melakukan upaya pembunuhan Muhammad Faruq, seorang intelijen daerah Mesir Baru.
Ahmad Rakib, kordinator media Kejaksaan Agung, menyebutkan bahwa dalam investigasi Kejaksaan Kairo Timur telah dikumpulkan bukti-bukti yang menguatkan tuduhan bahwa para tersangka telah menangkap korban ketika dia sedang melakukan pengamanan konvoi Ikhwan Muslimin.
Setelah ditangkap, mereka menyeretnya ke Rab’ah, untuk disiksa hingga terluka parah. Selain bukti, ada juga beberapa saksi yang menguatkan.
Seperti sebelumnya, penguasa kudeta memang melakukan operasi-operasi penangkapan kepada elit politik pendukung Mursi. Mereka dijerat dengan bermacam-macam tuduhan.
Tapi kebanyakan tuduhan tersebut mengada-ada. Seperti Khairat Syathir yang dituduh melarikan diri dari penjara Nathrun pada bulan Januari. Padahal yang benar beliau dibebaskan dengan pengampunan pada bulan Maret.
Hal yang sama terjadi pada Presiden Mursi yang dituduh melakukan hubungan spionase dengan Hamas. Terakhir terbongkar berkas-berkas yang mengungkap kerjasama konspirasi antara gerakan Fatah dengan militer Mesir yang merugikan Presiden Mursi dan Hamas.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/09/37738/tokoh-tokoh-ikhwan-dijadikan-tersangka-dengan-tuduhan-palsu/#ixzz2bQxjipGB

As-Sisi Akan Potong Tangan Kirinya

Kudeta militer atas pemerintahan yang sah merupakan makar yang dilakukan antara militer (as-sisi) dengan tokoh-tokoh penentang pemerintah. Mereka bekerja sama atas dasar kesepakatan-kesepakatan yang dibuat demi kepentingan mereka.
Namun, hari-hari ini kita saksikan bagaimana As-Sisi mulai menyingkirkan tokoh-tokoh yang telah membantunya dalam melakukan kudeta, atau lebih tepatnya berkhianat kepada pemerintah. Hal ini disampaikan oleh seorang pengamat, Dr. ‘Alaa Shadiq.
Dalam akun twitternya, beliau menyebutkan, “As-Sisi siap untuk memotong tangan kirinya, agar tangan kanannya berkuasa sendirian.”
Lebih lanjut beliau mengataka bahwa As-Sisi menghabisi Baradai, Jabali, Namnam, Front “Penyelamatan”, setelah sebelumnya mengakhiri peran Abul Futuh dan Partai An-Nur.”
Seperti diketahui, saat ini media Mesir, baik cetak ataupun audi-visual, sedang gencar gencarnya menyerang Baradai dengan kata-kata yang sangat kasar. Padahal Baradai adalah tokoh besar yang telah membantu As-Sisi.