Kamis, 08 Agustus 2013

Pernyataan 60 Ulama: Kudeta Militer Perang Terhadap Islam

Sebuah pernyataan kembali dikeluarkan. Kali ini oleh 60 orang ulama, yang kebanyakan berasal dari Saudi Arabia. Pernyataan bertanggal 2 Agustus 2013 ini melengkapi banyak sekali pernyataan ulama yang dikeluarkan secara individu.
Berikut petikan pernyataan mereka:
“Kudeta militer sekular yang dhalim adalah sebuah perang atas Islam dan umat Islam di Mesir. Peristiwa ini adalah musibah besar yang menimpa umat Islam seluruh dunia. Melawannya harus diiringi dengan kesabaran dan ketakwaan kepada Allah swt.
Menerima solusi politik yang diprakarsai pihak pengkudeta sama saja dengan menerima kenyataan kudeta tersebut.
Tidak mungkin pihak pengkudeta akan mengadakan pemilu bersih dan netral yang bisa mengembalikan pemerintah yang sah. Baru saja mereka mengkudeta sebuah pemerintah sah. Apakah mereka akan memberikan pemerintah yang sah dengan sebuah pemilu?
Kewajiban yang pertama adalah menuntut syariah, bukan sekadar syar’iyah (legitimasi). Bukan hanya karena rakyat sudah memberi hak kepada Presiden Mursi untuk memimpin Mesir. Harus ada komitmen untuk menjalankan syariat.
Karena kalau hanya menuntut syar’iah, maka suatu saat orang sekular atau Kristen Koptik yang memenangkan pemilu dan memimpin Mesir. Padahal, menang atau kalah, seorang muslim berkewajiban melaksanakan syariat Islam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/04/37595/pernyataan-60-ulama-kudeta-militer-perang-terhadap-islam/#ixzz2bR6vErBY

Konferensi Pers Dua Anggota Kongres Amerika, Lindsey Graham dan John McCain

Kunjungan delegasi Amerika Serikat ke Mesir banyak menimbulkan berita yang simpang siur, mengingat banyak pengamat meyakini bahwa kudeta militer di Mesir tidak lepas dari campur tangan AS dan sekutunya Zionis Israel.
Dua orang anggota kongres Amerika, Lindsey Graham dan John McCain mengadakan konferensi pers terkait kunjungannya ke Mesir baru-baru ini.
John McCain, seorang senator senior dari Arizona, AS dalam pernyataannya mengatakan bahwa kedatangannya ke Mesir bukan dalam rangka bernegosiasi namun tujuan dari kedatangan mereka adalah dalam rangka mengajak seluruh pihak untuk menghindari petaka sebagai akibat dari kejadian akhir-akhir ini.
Senator dari Partai Republik ini juga menambahkan bahwa kunjungannya ke Mesir tidak mewakili Gedung Putih, tapi kunjungannya ke Mesir adalah atas nama anggota kongres. Namun mereka tetap berkoordinasi dengan pemerintah AS dalam hal ini adalah Departemen luar negeri.
Berikut beberapa poin pernyataan John McCain yang disampaikan saat konferensi pers:
  • Kami datang ke sini bukan untuk bernegosiasi. Kami hanya mengajak rekan-rekan kami dari Mesir untuk menghindari petaka akibat kejadian hari-hari ini. Inilah tujuan kedatangan kami.
  • Tidak mungkin memberi bantuan ke Mesir kalau tidak mengupayakan demokratisasi.
  • Menggulingkan Mubarak adalah hal yang mesti dilakukan, karena dia telah melakukan aksi kekerasan kepada para demonstran.
  • Kami tidak mewakili Gedung Putih. Kami adalah anggota Kongres. Tapi kami bergerak dengan berkordinasi dengan pemerintah Amerika, khususnya departemen luar negeri.
  • Kami mendorong pemerintah berkuasa untuk membebaskan para tahanan politik, mengadakan dialog nasional, dan menghentikan segala bentuk kekerasan.
  • Kami di sini bukan untuk mengundur sejarah ke belakang, memberi pengertian apa itu kudeta.
  • Memperburuk citra Amerika di media-media Mesir akan mengganggu hubungan kedua negara. Kami mengajak pemerintah Mesir untuk menjadwalkan agenda amandemen konstitusi.
Sementara itu Lindsey Graham, Senator senior dari South Carolina dalam pernyataannya menyampaikan hal yang senada dengan Senator John McCain.
Graham menyampaikan bahwa saat ini Mesir sedang tidak menjalankan demokrasi, oleh karena itu kondisi ini tidak bisa diterima dan harus segera diperbaiki. Dan bantuan yang akan di berikan AS sangat tergantung dari hasi evaluasi atas kondisi yang ada.
Senator dari Partai Republik ini juga menyatakan bahwa bagaimana mungkin pemerintah bisa melakukan dialog kalau pihak yang akan diajak berdialog berada dalam penjara. Dan para pejabat Mesir saat ini bukanlah hasil dari pemilihan.
Berikut pernyataan Lindsey Graham saat konferensi pers:
  • Apa yang sedang terjadi di Mesir penting bagi kami, dan juga seluruh dunia
  • Saat ini Mesir sedang tidak menjalankan demokrasi
  • Bantuan yang kami berikan sangat tergantung kepada hasil evaluasi kami atas kondisi yang ada
  • Semua pemilu di masa Mubarak tidaklah bebas dan bersih. Sedangkan pemilu di masa Mursi bebas dan bersih.
  • Kondisi saat ini tidak bisa diterima, dan harus diperbaiki.
  • Bagaimana mungkin pemerintah bisa berdialog, kalau orang yang harusnya diajak berdialog sudah berada di penjara?
  • Para pejabat Mesir saat ini bukanlah hasil pemilihan. Para pejabat hasil pemilihan sedang berada di penjara. Bagaimana kita bisa memahami hal ini?
  • Untuk memperbaiki kondisi saat ini, semua pihak harus duduk berdialog.
  • Penangkapan tokoh-tokoh politik bukan solusi yang akan berhasil
  • Semua tahanan politik harus dibebaskan
  • Apa yang terjadi di Mesir akan berpengaruh pada semua negara di Timur Tengah.
  • Kami menamakan apa yang terjadi di Mesir sebagai sebuah kudeta, karena pergantian pemerintahan tidak melalui pemilihan umum.
  • Kami tegaskan bahwa keberadaan kami di sini untuk membantu mencari jalan keluar.
Pernyataan tersebut belum mendapat tanggapan dari pemerintah kudeta ataupun pemerintah AS sendiri, mengingat sampai saat ini AS belum menunjukkan sikap resminya terkait kondisi di Mesir.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/07/37692/konferensi-pers-dua-anggota-kongres-amerika-lindsey-graham-dan-john-mccain/#ixzz2bR5oYFTd

Konferensi Pers Anggota Kongres Amerika Isyaratkan Kegagalan Kudeta

Ahmad Ghanim, jurnalis dan pengamat politik Mesir, mengatakan bahwa poin-poin konferensi pers McCain dan Graham adalah pengakuan bahwa kudeta telah alami kegagalan.
Konferensi itu menunjukkan bahwa arus pendukung legitimasi lebih kuat dari pada para pengkudeta. Para anggota kongres itu pada hakikatnya sedang berusaha menyelamatkan hasil-hasil kudeta yang bisa diselamatkan.
Selasa malam, Mc Cain dan Graham melakukan konferensi pers yang di antara isinya menuntut pembebasan para tahanan politik, mengadakan dialog nasional, dan menghentikan segala bentuk kekerasan. Mereka juga menyatakan bahwa yang terjadi di Mesir adalah sebuah kudeta.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/09/37754/konferensi-pers-anggota-kongres-amerika-isyaratkan-kegagalan-kudeta/#ixzz2bR5Hesaz

Beltagi: Jika Demonstrasi Dibubarkan, Seluruh Mesir Akan Jadi Tempat Berdemo

Pihak pemerintah kudeta terus berupaya membubarkan demonstrasi pendukung presiden mursi, khususnya di Rab’a dan Nahdha.
Muhammad Beltagi, salah satu pimpinan FJP sayap politik Ikhwanul Muslimun, mengatakan bahwa jika demonstrasi di Rab’a dan Nahdha dibubarkan. Maka demonstrasi akan menyebar ke seluruh wilayah Mesir. Seluruh Mesir akan jadi tempat berdemo.
Hal itu disampaikan Beltagi dalam orasi di Rab’a Adawiya seperti  disebutkan stasiun televisi CNN. Lanjut beliau, semua hal akan dilakukan para pengkudeta untuk melunpuhkan demonstrasi. Mereka melakukan aksi penangkapan, menakut-nakuti dengan pembubaran paksa, baik dengan tentara terjun paying atau pengepungan kanan-kiri.
Menurutnya, keyakinan bahwa demonstrasi akan berhenti jika para pemimpinnya ditangkapi adalah keyakinan yang salah. Pemimpin kami telah ditangkap, demikian juga dengan tokoh-tokoh yang lain, tapi lihatlah demonstrasi tetap berjalan. Demonstrasi akan tetap berlangsung hingga tuntutan-tuntutan dipenuhi
Jumat ini akan terjadi demonstrasi besar-besaran dengan mengusung nama “Mesir Versus Kudeta”. Mesir menuntut dibubarkannya kudeta.

Semarak Lebaran Pendukung Mursi di Rab’ah Adawiyah

Suka Cita merayakan hari kemenangan Idul fitri menggema di seluruh belahan dunia. Tak terkecuali para demonstran pendukung presiden Muhammad Mursi yang sampai saat ini masih bertahan di Rab’a Adawiyah. Mereka turut larut dalam kegembiraan Idul Fitri walaupun mereka tidak merayakannya di rumah sendiri. Orang tua, pemuda dan anak-anak turut larut dalam kegembiraan tersebut, kegembiraan menyambut datangnya bulan kemenangan.
Kegembiraan lebaran ini melengkapi takbir keliling para demonstran. Tak ketinggalan hidangan kue-kue yang dibuat ibu-ibu sebelum datangnya lebaran turut menyemarakkan perayaan idul fitri ini, sementara bunga-bunga yang telah disiapkan pun dibagikan kepada penduduk sekitar Rab’ah Adawiyah.
Gambar dapat Anda lihat pada laman berikut.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/09/37740/semarak-lebaran-di-rabah-adawiyah/#ixzz2bR40NCuu

Mulai Muncul Rumor As-Sisi For President

Apa yang pernah di sampaikan oleh Asmaa Mahfudh, seorang aktifis politik bahwa saat ini yang berkuasa adalah militer dan Mesir akan menjadi negara militer nampaknya bukan analisa semata. Kekhawatiran hadirnya kembali pemerintahan militer mulai terbukti. Muhammad Rajab, seorang jurnalis pro As-Sisi telah menyatakan mencalonkan As-Sisi sebagai presiden Mesir.
Menurutnya, jutaan orang Mesir sudah turun ke jalan-jalan menyambut seruan As-Sisi guna memberikan mandat untuk memberantas “terorisme”.
Ketika rakyat turun jalan dengan membawa foto-foto As-Sisi, ini menunjukkan bahwa As-Sisi lah yang saat ini paling tepat untuk memimpin Mesir.
Bahkan Rajab menyatakan partainya, Partai Istiqamah, dan beberapa kekuatan politik lainnya telah menyatakan kesiapan mengusung As-Sisi menjadi presiden.
Terakhir, dia mengajak seluruh kekuatan revolusi dan pemuda untuk turut serta dalam mengkampanyekan As-Sisi.
Jika hal tersebut benar-benar terjadi, ini merupakan kemunduran bagi sejarah Mesir.

Bukti Cinta Demonstran Kepada Militer

Tepat disamping tembok pagar unit militer C6 di Rab’ah Adawiyah, Ir. Nashir Abdul Maqshud mendirikan kemah bersama rekan-rekannya yang menolak kudeta militer.
Sambil meletakkan handuk basah di kepalanya untuk mengatasi teriknya musim panas, Nashir tidak pernah berpikir melakukan permusuhan dengan unit militer di sampingnya. Padahal dua orang sahabat dekatnya termasuk korban kekejaman militer, dan setiap hari dia merebahkan tubuhnya ke tembok pagarnya.
Kepada kami, Nashir menunjukkan kamera CCTV yang terpasang di salah satu gerbang unit militer tersebut, “Hal mudah bagi kami menghancurkan kamera tersebut, atau paling tidak menutupinya dengan kantung plastik. Tapi lihatlah, kamernya masih utuh, tidak kami apa-apakan. Karena kami memang bukan orang yang membahayakan.
Nashir mengaku mengambil fatwa bahwa berdemonstrasi saat ini lebih afdhal daripada I’tikaf. “Aku ambil cuti yang setiap tahunnya biasa kugunakan untuk I’tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Tapi tahun ini aku ambil fatwa yang mengutamakan demonstrasi. Apakah orang yang datang ke sini karena mengutamakan I’tikaf akan merusak fasilitas militer?
Muhammad Ashraf, seorang dosen bahasa Perancis tinggal satu tenda dengan Nashir, tidak datang dengan niat I’tikaf. Dia datang begitu pendukung pemerintah sah mengumumkan untuk berdemonstrasi 40 hari yang lalu.
Asyraf adalah seorang yang pendiam. Teriknya matahari musim panas tidak merubah sifatnya itu. Dia bertutur, di awal keberadaannya di Rab’ah, pintu unit militer itu masih sering terbuka untuk keluar-masuk perwira. Sekarang tertutup sama sekali. Saat itu tidak ada sama sekali kejadian yang merusak hubungan dengan militer. Kalau bertemu dan berpapasan dengan mereka, kami saling hormat dan salam. Karena mereka semua adalah saudara kami. Militer Mesir dibentuk untuk saling menghormati sesama rakyat Mesir.
Salah seorang penghuni tenda yang lain, Abu Bakar Thaha, menyebutkan bahwa sifat militer yang baik tersebut akan menghalangi usaha musuh-musuh yang menginginkan Mesir mengalami apa yang terjadi di Suria saat ini. Mereka takkan bisa. Oleh karena itu, sama sekali kami tidak ingin bersikap memusuhi militer. Kami tidak mau merusak unit militer tempat kami menyandarkan punggung kami ini. Bangunan ini milik rakyat. Bukan milik As-Sisi.
Abu Bakar menunjuk ke arah panggung bertuliskan “Anti Kudeta” seraya mengatakan, di atas panggung itu kami memuji militer Mesir. Yang kami kritik adalah para pemimpin mereka yang telah membawa Mesir kepada keadaan tidak menentu.
Panitia demonstrasi sengaja mendirikan panggung itu menghadap ke unit militer C6 dan lebih tinggi dari temboknya, supaya kami bisa menyampaikan pesan-pesan cinta kami.