Rabu, 04 September 2013

As-Sisi, Orang yang Paling Tertipu

Dr. Basim Khufaji, konsultan internasional dalam bidang manajemen dan pendidikan menulis dalam akun twitternya, Rabu (4/9/2013) kemarin, bahwa As-Sisi akan segera menyadari bahwa dirinyalah orang yang paling tertipu selama ini.
Ahli dalam hubungan internasional ini menulis, “Aku hampir yakin, orang-orang itu sedang menyiapkan As-Sisi sebagai kambing hitam. Mesir akan dijadikan sebagai negara yang kacau, lalu yang dikorbankan adalah As-Sisi agar semua orang kembali diam. Ini adalah kudeta atas kudeta. Sudah sejak beberapa pekan yang lalu kusampaikan masalah ini.”
Selanjutnya, tokoh yang pernah masuk bursa capres ini menulis, “Dosa-dosa kudeta akan dikumpulkan, lalu ditimpakan kepada As-Sisi. Hal itu terjadi setelah dibencinya beberapa kelompok oleh rakyat, dan setelah melemahnya kekuatan militer dan kelompok terbesar di Mesir.”
Beliau juga berusaha membaca pikiran As-Sisi, “As-Sisi mengira telah memperalat kekuatan perusak, padahal sebenarnya merekalah yang telah memperalat As-Sisi. Yang paling beruntung adalah musuh Mesir, yang telah memperalat keduanya. Mesir akan dimarjinalkan. Mesir akan sibuk dengan kekacauan sehingga terkucilkan.”
Akhirnya Basim menasihati As-Sisi, “As-Sisi akan segera menyadari bahwa dirinyalah orang yang paling ditipu selama ini di Mesir. Dia akan kehilangan segalanya, tanpa mendapat apa pun. Ini akan menjadi pukulan baginya seumur hidup. Ketika dia tersadar, segalanya telah terlambat. Dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi.”

Mengapa Qatar Membuat Jengkel Pemerintah Kudeta Mesir?

Pemerintah kudeta Mesir tampaknya sangat jengkel dan marah dengan kebijakan politik luar negeri Qatar.
Presiden Pemerintah kudeta Mesir Adly Mansour mengatakan, kesabaran pemerintah kudeta Mesir terhadap Qatar semakin menipis. Bukan tanpa alasan pemerintah kudeta Mesir yang telah menggulingkan Presiden Muhammad Mursi itu marah terhadap Qatar.
Bagaimana tidak, ditengah dukungan negara-negara teluk terhadap kudeta militer, Qatar  merupakan salah satu negara yang  gigih mendukung presiden Mursi. Selama ini, Qatar memang terbilang dekat dengan gerakan Islam, Ikhwanul Muslimin.
“Saya mengharapkan kita dapat mempertahankan kesabaran (terhadap Qatar), yang akan berakhir,” kata presiden itu.
Sementara itu diberitakan bahwa Pemerintah kudeta Mesir mendapat dukungan dari Arab Saudi dan beberapa negara Teluk lainnya yang menjanjikan bantuan 12 miliar dolar AS.

Minggu, 01 September 2013

Mempertanyakan Gerakan “Tamarrud”

Gerakan “Tamarrud” sebenarnya tidak ada dalam alam nyata. Dia mempunyai efek ketika media memperlakukannya sebagai sesuatu yang ada. Tapi tidak ada kepastian, apakah “Tamarrud” memanfaatkan media, atau sebaliknya, media memanfaatkan “Tamarrud”?
Ketika membicarakan sebuah gerakan, kita akan membicarakan apa prinsip-prinsip, norma-norma, dan tujuan-tujuan yang diperjuangkan?
Sebuah gerakan adalah kumpulan orang-orang yang kemudian bertambah besar karena diikuti banyak pengikut yang meyakini pemikiran dan prinsip-prinsip yang dibawanya, dan mereka berusaha mewujudkan tujuan yang ingin dicapai.
Jika lihat “Tamarrud”, kita tidak bisa menemukan poin-poin di atas di dalamnya. Maka dari itu, kita bisa mengatakan bahwa gerakan “Tamarrud” hanyalah sebuah kartu yang digunakan memobilisasi orang banyak untuk menjatuhkan Presiden Mursi. Itu saja. Titik.
Sekarang kita katakan saja, seperti klaim aktifis “Tamarrud” bahwa jumlah yang termobilisasi mencapai berjutaan orang. Tapi orang-orang itu hanya sepakat berkumpul di Bundaran Tahrir untuk menekan Presiden Mursi hingga turun dari jabatannya.
Begitu Presiden Mursi turun, maka selesailah kesepakatan mereka. Mulai saat itu, “Tamarrud” sudah tidak bisa mengklaim dirinya mewakili berjutaan orang.
Karena orang-orang itu tidak mempunyai afiliasi kepada gerakan “Tamarrud”. Gerakan “Tamarrud” juga tidak mempunyai pemimpin, prinsip, pemikiran, dan tujuan mulia dalam membangun masyarakat.
Gerakan “Tamarrud” hanyalah alat untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuannya hanya satu, menjatuhkan Presiden Mursi.
Kondisinya sama persis dengan namanya “Tamarrud” (memberontak), yang lebih mengesankan gerakan pengacau dan perusak, yang tidak mempunyai persepsi apa-apa dalam membangun masyarakat.
Karena setiap saat akan menjadi perusak dan pengacau, maka keberadaannya pun harus dihentikan. Kalau dibiarkan akan mengganggu pemerintahan-pemerintahan Mesir berikutnya.
Lalu kalau gerakan ini memang hanya bertujuan untuk menggulingkan Presiden Mursi (tidak menggulingkan presiden-presiden berikutnya), maka gerakan ini pun sudah tidak perlu lagi, karena Presiden Mursi sudah dijatuhkan.
Kalau sekarang masih harus diakui keberadaannya, apakah dia akan “memberontak” pemerintahan yang ada? Atau hanya akan “memberontak” para aktifis Islam?
Demikianlah, gerakan “Tamarrud” ingin memanfaatkan kebutuhan sederhana rakyat kecil, menggerakkan mereka agar mereka memainkan peran politik pesanan pihak-pihak tertentu.
Rakyat kecil akan merasa ditipu dan dimanfaatkan ketika mereka mendapati pemerintahan mendatang tidak bisa memenuhi kebutuhan sederhana mereka. Ini adalah malapetaka besar bagi “Tamarrud”.
Pada akhirnya, gerakan “Tamarrud” hanyalah akan menjadi masalah bagi masa depan Mesir. Karena dia akan selalu mencari mangsa untuk diberontak dan dirusak. Semakin lama, gerakan ini akan semakin direpotkan karena tidak mempunyai prinsip, pemikiran dan tujuan yang jelas, pengikut yang faktual.
Waktulah yang akan membuktikan kepada rakyat bahwa gerakan ini tidak lebih sebagai gerakan perusakan. Tidak memperjuangkan kemashlahatan rakyat.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/12/37788/mempertanyakan-gerakan-tamarrud/#ixzz2deOsC55d

Penyataan Koalisi Anti Kudeta Tentang Pembantaian Jumat Kemurkaan

Pada hari Jumat kemarin, koalisi anti kudeta menyerukan seluruh rakyat Mesir untuk turun ke jalan menentang kudeta militer dan pembantaian yang dilakukan terhadap para pendemo. Rentetan demonstrasi tersebut mengusung tema “Jumat Kemurkaan”.
Setelah melakukan pembantaian di Rab’ah dan Nahdha hari Rabu dan Kamis yang lalu, ternyata militer pengkudeta belum merasa cukup. Mereka juga melakukannya sekali lagi pada hari Jumat.
Berikut pernyataan koalisi berkenaan tentang sikap militer pengkudeta:
“Para pemimpin kudeta kembali membuktikan bahwa kejahatan dan kebengisan mereka. Mereka tidak merasa puas dengan membantai ribuan orang saat membubarkan demonstrasi di Rab’ah dan Nahdha. Kini mereka melakukannya lagi, dan menambah daftar kejahatan bersejarah mereka.
Sesuai dengan penghitungan awal, jumlah demonstran yang syahid hari Jumat kemarin adalah 213 orang. Semuanya menemui ajal dengan peluru tajam militer dan kepolisian.
Bahkan ada perkembangan terbaru, kemarin militer menggunakan pesawat-pesawat helikopter untuk menembaki para demonstran di Bundaran Ramses dan Giza. Sedangkan di Alexandria, mereka menggunakan kendaraan lapis baja untuk menembaki massa. Dengan demikian sejarah mencatat bahwa As-Sisi adalah orang pertama yang menggunakan senjata berat untuk membunuhi rakyat Mesir sendiri.
Hal baru lain, militer pengkudeta menggunakan senjata terlarang sedunia. Mereka juga menculik para wanita yang hendak bergabung dengan para demonstran lain, merusak jasad demosntran yang syahid, menyiksa demonstran yang sudah terluka di rumah sakit, serta menyerang dan menculik wartawan dan juru kamera dengan tujuan agar dunia tidak mengetahui kejahatan mereka.
Berikut daftar jumlah syuhada yang gugur hari Jumat kemarin:
  • Kairo : 103 orang
  • Alexandria: 30 orang
  • Gharbiyah : 16 orang
  • Isma’iliyah: 11 orang
  • Suez: 9 orang
  • Buhairah: 6 orang
  • Fayum: 8 orang
  • Almenya: 1 orang
  • Souhag: 3 orang
  • Arisy: 6 orang
  • Dimyath: 8 orang
  • Giza: 7 orang
  • Port Said: 5 orang
Semoga Allah swt. melindungi Mesir dan rakyatnya, serta merahmati para syuhadanya. Aamiin..

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/17/38087/penyataan-koalisi-anti-kudeta-tentang-pembantaian-jumat-kemurkaan/#ixzz2deMFlVH7

Koalisi Anti Kudeta Tolak Tawaran Perang

Koalisi Anti Kudeta, pihak yang mendukung kembali Presiden Mursi dan kehidupan demokrasi di Mesir, menolak tawaran sebuah kelompok di luar Mesir untuk mengangkat senjata menghadapi kekejaman militer pengkudeta. Hal ini seperti diberitakan kantor berita Anatolia, Sabtu 31 Agustus kemarin.
Sebelumnya, kelompok bernama “Negara Islam di Iraq dan Syam”, salah satu sayap jaringan Al-Qaida, menyampaikan keterangan persnya bahwa kekejaman dan pembantaian yang terus dilakukan militer telah menunjukkan bahwa perlawanan damai sudah tidak berguna lagi.
Menjawab keterangan pers tersebut, Khalid Hanafi, salah satu pimpinan FJP menyatakan, “Kami sepenuhnya mengutuk cara perlawanan ini (bersenjata). Perlawanan kami bersifat damai. Perlawanan damai adalah pilihan kami, bukan hal yang dipaksakan.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/01/38777/koalisi-anti-kudeta-tolak-tawaran-perang/#ixzz2deKdL6tW

Pembangkangan Sipil di Mesir Sepanjang September

Gerakan Pemuda Anti Kudeta sangat menghargai rakyat Mesir yang telah mensukseskan demonstrasi besar-besaran pada Jumat kemarin 30 Agustus 2013. Menurut mereka, rakyat Mesir benar satu-satunya pemimpin revolusi ini. Hal ini disampaikan dalam keterangan pers Gerakan Pemuda Anti Revolusi Ahad dinihari tadi.
Dalam keterangan tersebut, mereka akan terus meningkatkan perlawanan damai terhadap kudeta militer berdarah yang telah membunuhi dan menangkapi orang-orang yang berdosa, merusak kondisi dan melemahkan Mesir.
Gerakan ini mengajak seluruh rakyat Mesir untuk melakukan aksi pembangkangan sipil sepanjang dulan September ini. Mereka menargetkan 2 juta rakyat menolak membayar tagihan rekening air, listrik dan gas selama bulan ini. Lalu 100 ribu orang menarik tabunganya di bank-bank Mesir.
Selanjutnya gerakan ini juga merencanakan mogok massal pada tanggal 22 September 2013. Dalam mogok massal ini, diperkirakan ada 3 juta pegawai yang tidak akan berangkat kerja, dan 10 ribu tempat toko tidak buka.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/01/38785/pembangkangan-sipil-di-mesir-sepanjang-september/#ixzz2deK0oiVf

Di Penjaranya, Mursyid Ikhwanul Muslimin Terkena Serangan Jantung

Kantor berita Akhbar Lail Nahar menyebutkan bahwa karena mendapatkan siksaan, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’ terkena serangan jantung di kamar penjaranya di Thurra, hari ini Ahad 1 September 2013.
Sebelumnya terdapat informasi yang bocor dari pihak penjara, bahwa beliau mendapatkan siksaan fisik hingga menyebabkan gigi buatan beliau terjatuh. Lalu tersebar kabar pula bahwa beliau telah meninggal dunia. Namun kabar terakhir ini disanggah oleh wakil menteri dalam negeri untuk direktorat penjara.
Saat ini, tim dokter sudah didatangkan ke dalam penjara untuk memeriksa keadaannya. Tim dokter menyatakan bahwa Muhammad Badi’ memang mengalami serangan jantung, tapi kondisinya beliau sudah mulai stabil saat ini.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/09/01/38783/di-penjaranya-mursyid-ikhwanul-muslimin-terkena-serangan-jantung/#ixzz2deI2C8HF