Kamis, 14 November 2013

25 Partai Liberal Inginkan Mesir Negara Militer

Dr. Ahmad Yusri, wakil ketua Partai Al-Wathan membeberkan sebuah kejutan di akun facebooknya, Selasa (22/10/2013) yang lalu. Kejutan itu adalah adanya 25 partai liberal-sekular yang menanda-tangani sebuah surat meminta militer untuk memegang pemerintahan pada Juni 2011. Mereka meminta militer untuk berkuasa selama 4 tahun. Oleh karena itu, sikap oposisi mereka kepada Presiden Mursi adalah sebuah niat yang telah lama mereka pendam.
Menurut Hamad, tidaklah benar kalau mereka menjadikan Mesir sebagai negara militer (bukan sipil) sebagai imbas dari kegagalan Presiden Mursi dalam memerintah selama setahun itu. Media tidak pernah memberitakan bahwa sebenarnya kaum liberal sudah merencanakan pengkudetaan ini jauh sebelum pemilu legislatif.
Pada bulan Juni 2011, dalam sebuah pertemuan, Sami Anan, salah seorang pimpinan militer, pernah mengeluarkan selembar kertas dan mengatakan, “Dalam kertas ini ada 25 partai sekular yang meminta pimpinan militer untuk mengambil kekuasaan selama empat tahun.”
Hamad menjelaskan bahwa saat ini para tokoh liberal meminta agar As-Sisi mencalonkan diri sebagai presiden. Hal itu bukan karena As-Sisi hebat dalam strategi perang, intelijen militer, atau yang lainnya. Ini hanyalah sebuah pengakuan bahwa di antara kaum liberal tidak ada tokoh yang siap untuk memimpin Mesir, dan bahwa partai-partai sekular tidak mempunyai popularitas dan elektabilitas di Mesir saat ini. Namun mereka sangat tidak ingin kalangan Islam yang berkuasa.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/24/41099/25-partai-liberal-inginkan-mesir-negara-militer/#ixzz2kfenYUnf

Ibrahim Iryan: Abi Orang Kedua Paling Berbahaya di Dunia

Ibrahim Iryan menyebut ayahnya, Isham Iryan, wakil ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang saat ini berada di penjara, sebagai orang paling berbahaya kedua di dunia setelah Muhammad Beltagi.
Selasa (12/11/2013) dini hari tadi, Ibrahim menulis status di akun facebook resmi milik ayahnya:
“Aku baru saja mengunjungi Dr. Isham Iryan di penjaranya yang baru. Beliau menyambut dengan senyuman khasnya. Namun senyumannya kepada keamanan penjara seakan mempunyai makna tertentu… ‘Alhamdulillah, engkau baik-baik saja, Abi.’”
Aku datang bersama umi dan adikku. Hampir bersamaan kami bertanya kepada Abi, “Abi di mana saat pembantaian Rabia?”
Ibrahim menerangkan bahwa ayahnya dalam kondisi yang sehat. Beliau ditempatkan di sel isolasi. Hanya boleh keluar pada hari Jumat. Ibrahim mengatakan, “Abi diperiksa dalam banyak sekali kasus. Sepertinya Abi orang paling berbahaya di dunia, setelah Dr. Muhammad Beltagi.”
Beltagi adalah seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin, yang saat ini juga berada dalam penjara.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/12/42060/ibrahim-iryan-abi-orang-kedua-paling-berbahaya-di-dunia/#ixzz2kfeAtcMK

Tim Lawyer Internasional Akan Mendukung Presiden Mursi

Ibrahim Munir, seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin menyatakan bahwa sebuah tim pengacara internasional akan segera datang ke Mesir untuk turut dalam persidangan Presiden Mursi dalam persidangan pertamanya, Senin besok (4/11/2013). Tim ini bekerja secara sukarela.
Munir menjelaskan bahwa tim itu terdiri dari empat orang, di antaranya berkewarga-negaraan Inggris dan Amerika. Munir tidak bisa menyebutkan nama mereka, karena khawatir mereka akan mendapatkan kesulitan datang ke Mesir.
Menurut Munir yang saat ini berdomisili di London, tim ini datang bukan untuk membela Presiden Mursi. Mereka sama sekali tidak menganggap Presiden Mursi sebagai seorang tersangka. Mereka datang untuk memberikan dukungan, dan untuk menekankan bahwa pengadilan itu tidak sesuai undang-undang. Mursi adalah seorang presiden yang sah.
Munir juga menyebutkan bahwa para pengacara itu menilai bahwa persidangan Presiden Mursi telah menghancurkan semua standar sebuah negara disebut demokratis.

Malam Pertama Presiden Mursi di Penjara Burj Arab

Sumber keamanan Mesir menyebutkan bagaimana Presiden Mursi menghabiskan malam pertamanya, Senin (4/11/2013) di penjara Burj Arab, Alexandria. Beliau menghabiskan malam itu dengan melaksanakan shalat, tilawah Al-Qur’an dari waktu ashar hingga subuh.
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, setelah sampai di penjara, Presiden Mursi menerima baju seragam penghuni penjara. Seragam itu berupa baju olah raga yang berwarna putih. Presiden Mursi juga menyerahkan baju jas resmi yang dikenakannya saat menghadiri persidangan di Kairo. Baju itu disimpan di tempat penitipan para penghuni pejara.
Begitu sampai di tempatnya, Presiden Mursi kedatangan seorang pegawai penjara. Mereka berdua berbincang-bincang selama sekitar satu jam. Pegawai itu menerangkan peraturan yang harus ditaati di penjara itu. Di antara yang dikatakan pegawai itu, “Pak, engkau sekarang mantan presiden. Oleh karena itu, di sini akan ada penjagaan yang ketat, dan tempatmu dipisahkan dari para penghuni penjara yang lain.”
Ketika mendengar adzan ashar, Presiden Mursi langsung mengambil air wudhu. Lalu beliau melaksanakan shalat di tempatya yang baru. Tempat itu berupa dua buah kamar yang terletak menempel di rumah sakit penjara. Menurut sumber informasi itu, di dalam tempat Presiden Mursi terdapat pesawat televisi, kulkas, meja tamu dan tempat tidur.
Di malam harinya, Presiden Mursi tampak tenang dan tidak banyak aktivitas. Awalnya beliau menghidupkan televisi, tapi kemudian beliau tenggelam dalam shalat dan tilawah Al-Qur’an hingga waktu subuh.

Ibu Meninggal Saat Menjenguk Anaknya di Penjara

Jumlah aktivis penentang kudeta yang dipenjara bukanlah sekadar angka-angaka, yang katanya mencapai belasan ribu orang. Tiap orang yang ditangkap dan ditahan mempunyai kisah sedihnya masing-masing.
Hisyam Mutawalli salah satu di antaranya. Dia adalah seorang aktivis penentang kudeta yang ditangkap pada tanggal 6 Oktober yang lalu bersama 73 orang lainnya dalam sebuah aksi demonstrasi di kota Alexandria.
Pagi tadi, Kamis (14/11/2013), Hisyam mendapatkan kunjungan dari ibunya di penjara Burj Arab, Alexandria. Siapa menyangka, ternyata ibunya menghembuskan nafas terakhirnya di penjara saat menjenguk anaknya.
Kisah tragis ini tentu hanyalah satu dari ribuan kisah yang saat ini tertutupi tebalnya tembok penjara, dan tertutup sel-sel isolasi yang pengap tak berpri-kemanusiaan.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/14/42180/ibu-meninggal-saat-menjenguk-anaknya-di-penjara/#ixzz2kfbz8QwQ

Presiden Mursi Kembali Dimasukkan Sel Isolasi

Kantor berita Turki Anadolu memberitakan bahwa Presiden Mursi saat ini telah dipindahkan ke sel isolasi di penjara Burj Arab, kota Alexandria, Kamis (14/11/2013) ini.
Ahmad Dumati, juru bicara tim pengacara Presiden Mursi mengatakan bahwa timnya sudah memperkirakan kemungkinan pemindahan itu. Pihaknya diberitahukan tentang pemindahan itu dua hari yang lalu saat tim pengacara melakukan kunjungan kepada Presiden Mursi di penjara.
Apakah tindakan pemindahan tempat penahanan itu sebagai imbas dari surat pernyataan Presiden Mursi yang dibacakan kepada rakyat Mesir oleh tim pengacara? Dumati menyangkal surat pernyataan tersebut sebagai penyebabnya.
Sebelumnya dikabarkan, setelah menjalani persidangan “dagelan” di Akademi Kepolisian, Kairo, Presiden Mursi ditempatkan di penjara Burj Arab. Tepatnya di sebuah bangunan yang tersambung dengan rumah sakit penjara. Bangunan tersebut dilengkapi dengan kamar, ruangan untuk menerima tamu, dan perabotan yang memadai.
Putra Presiden Mursi juga menyatakan bahwa rencana kunjungan keluarga kepada Presiden Mursi juga dibatalkan pihak penjara. Beliau menyatakan bahwa pembatalan itu berhubungan erat dengan surat pernyataan Presiden Mursi kepada rakyat Mesir.

Presiden Mursi Pecat As-Sisi dari Balik Kurungan Tersangka Presiden Mursi Pecat As-Sisi dari Balik Kurungan Tersangka

Beberapa sumber media Mesir memberitakan bahwa Presiden Mursi mengeluarkan sebuah keputusan presiden dari balik kurungan tersangka. Keputusan itu adalah memecat As-Sisi (menteri pertahanan) dan Muhammad Ibrahim (menteri dalam negeri).
Berita ini disampaikan oleh orang yang tidak bersedia disebutkan identitasnya yang menghadiri persidangan hari ini, Senin (4/11/2013). Menurut sumber tersebut, Presiden Mursi sudah lama menyimpan keputusan itu, dan baru dikeluarkan setelah dimulainya persidangan. Hal itu dilakukan Presiden Mursi untuk mengejutkan para penguasa kudeta, dan memalukan mereka di depan mata dunia internasional.
Menurut beberapa pengamat, keputusan Presiden Mursi ini sedikit-banyak mempengaruhi para pengambil keputusan di negara-negara yang masih memandang Mursi sebagai presiden Mesir yang sah.
Pada beberapa hari lalu, ada bocoran rekaman yang berisi percakapan antara As-Sisi dan Yasir Riziq (pemred sebuah surat kabar). As-Sisi meminta Yasir melakukan kampanye media yang memaksa Komisi 50 membuat butir konstitusi yang menguatkan posisinya sebagai menteri pertahanan walaupun gagal dalam pemilu presiden.